Sirius (α
CMa / α Canis Majoris / Alpha Canis
Majoris) adalah bintang
paling terang di
langit malam, dengan magnitudo
tampak−1.47. Bintang ini
terletak di rasi Canis
Major dan
merupakan sistem bintang
ganda dengan
komponen primer bintang deret
utama kelas A dan
komponen sekunder sebuah katai
putih.
Penampakan Sirius dapat
dilihat hampir di semua tempat di permukaan Bumi kecuali
oleh orang-orang yang tinggal pada lintang di
atas 73,284°utara.
Saat terbaik untuk dapat melihat bintang ini adalah sekitar
tanggal 1 Januari,
dimana dia mencapai meridian pada
tengah malam.
Pada
kondisi yang sesuai, Sirius dapat dilihat dengan mata telanjang saat
Matahari masih berada di atas horison.
Ketika berada di atas kepala, bintang ini dapat dilihat pada kondisi
cuaca sangat bersih, asalkan pengamat berada di tempat yang tinggi,
dan posisi Matahari cukup rendah.
Etimologi Nama bintang ini berasal dari bahasa Yunani Σείριος (Seirios, yang berarti "menyala-nyala" atau "amat panas". Sebagai bintang paling terang di rasi "Anjing Besar", seringkali disebut juga sebagai "Bintang Anjing".
Bintang Sirius dalam Al Quran merupakan satu-satunya nama bintang selain matahari yang disebutkan dalam Al Quran pada surat An Najm :
"dan
bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra"
(QS.
An Najm, 49)
Namun ada yang menarik pada ayat sebelumnya di surat yang sama, yaitu sebagai berikut:
"maka
jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat
(lagi)"
(QS. An Najm, 9)
Pada pemaparan sebelumnya telah disinggung bahwa bintang Sirius merupakan bintang yang mengorbit satu sama lain dengan membentuk dua busur panah. Perhatikanlah ayat Al Quran diatas, sangatlah cocok seperti apa yang di jelaskan dalam Al Quran yaitu membentuk dua ujung busur panah.
Kajaiban yang lainnya ialah lama edar orbit kedua bintang ini. Kedua bintang ini mengelilingi satu sama lain melintasi satu siklus orbit yang membentuk busur ganda setiap 49,9 tahun.
Bintang Sirius Adalah Saksi Miraj Nabi Muhammad saw
Saksi mata sangat dibutuhkan untuk membenarkan sebuah perkara. Di pengadilan misalnya, kesaksian yang didukung saksi mata, akan lebih diterima Hakim dibanding kesaksian tanpa saksi mata. Bahkan seseorang yang dianggap benar, tapi tidak dapat mengajukan saksi mata, di pengadilan dapat menjadi pihak yang kalah.
Dalam Islam seluruh manusia akan dipertanggungjawabkan amal perbuatannya di akhirat kelak, Allah akan menjadikan lidah, tangan dan kaki sebagai saksi terhadap segala sesuatu yang dikerjakan di dunia.
Sebagaimana Firman Allah swt :
“Pada
hari (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas
mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah
akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan
tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar lagi yang menjelaskan
(segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).” (Qs. An-Nur:
24-25)
Dalam Islam, saksi bukan hanya makhluk hidup tetapi apa yang kita anggap sebagai benda mati pun akan dimintai sebagai saksi oleh Allah swt sehingga nanti manusia tidak bisa mengelak jika berdusta. Disinlah Allah menjadikan bintang Sirius sebagai argumentasi dan saksi kebenaran Miraj Nabi Muhammad saw, selain itu surat An Najm (berarti Bintang) jika dibaca ayat per ayat merupakan kronologis perjalan Miraj Nabi ke Sidratul Muntaha (tempat tertinggi di langit).
“Sedang
Dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian Dia mendekat, lalu bertambah
dekat lagi. Maka
jadilah Dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau
lebih dekat (lagi). Lalu Dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad)
apa yang telah Allah wahyukan.
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidrat al-Muntaha.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidrat al-Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain. (yaitu) di Sidrat al-Muntaha.
Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidrat al-Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”
(QS
al-Najm [53]: 7-18)
Dalam kasus Bintang Sirius sebagai saksi kebenaran Miraj Nabi sudah jelas bahwa tempat pertemuan Nabi Muhammad saw di langit dengan malaikat Jibril adalah pada sejarak dua ujung busur panah (bintang Sirius), dengan begitu bagi siapapun yang tidak percaya akan Isra Miraj Nabi Muhammad saw mereka adalah orang yang berdusta. Disinilah keajaiban Al Quran tentang bintang Sirius, Allah menerangkan orbit bintang Sirius padahal 1400 tahun yang lalu tidak ada yang mengetahui bahwa orbit bintang ini berbentuk dua ujung busur panah setiap 49,9 tahun, tetapi Al Quran sudah menggunakannya dengan bahasa sains modern yang sangat mudah dipahami.
